Pemkab Rapat Koordinasi Karhutla

Menyikapi permasalahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Bulungan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) laksanakan rapat koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait serta pihak perusahaan yang beroperasi di wilayah Bumi Tenguyun yang dipimpin langsung Wakil Bupati (Wabup) Bulungan, Ingkong Ala, S.E, M.Si di ruang rapatnya, Selasa (17/9).

Dikatakan wabup, rapat tersebut bertujuan untuk koordinasi dan pemberian saran dan masukan sebagai wujud langkah penanggulangan masalah karhutla tersebut, sebagaimana diketahui, dalam beberapa hari terakhir ini kerap terjadi karhutla, seperti di wilayah Tanjung Palas Timur

“Ini rapat koordinasi kita bersama instansi terkait serta perusahaan apa yang bisa kita lakukan dalam penanggulangan masalah ini,” ungkapnya.
Berdasarkan data yang ada lanjutnya, Bulungan menjadi penyumbang terbanyak di Kalimantan Utara (Kaltara) berkaitan titik api, maka di pandang perlu dilakukan langkah-langkah pasti dalam upaya melakukan penanggulangan.
“Terlebih lagi berdasarkan prediksi dari Stasium Meteorologi Kelas III Tanjung Harapan, musim hujan baru akan tiba sekira pertengahan bulan Oktober mendatang, artinya potensi munculnya titik api itu masih ada, untuk itu perlu kita pikirkan bersama,” jelasnya.
Yang perlu menjadi perhatian kata dia tentu bagiaman operasional untuk penganggulangan tersebut, sebagaimana diketahui kata dia Pemkab Bulungan masih defisit anggaran yang juga berpengaruh pada anggaran pada organisasi terkait.
“Operasionalnya juga perlu kita pikirkan bersama berkaitan dengan penanggulangannya, baik itu makan petugas dan operasional lainnya, juga berkaitan dengan sarana dan prasarana pendukung untuk upaya pemadaman,” jelasnya.
Sehingganya kata wabup, pihak perusahaan juga diundang, agar turut berpartisipasi dalam permasalahan tersebut. Lanjutnya, ada sebanyak 16 perusahaan yang hadir saat itu yang mana semuanya juga telah sepakat untuk membantu dana taktis sebesar Rp 25 juta per perusahaan untuk membantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun Satpol PP dan PMK.
“Untuk tahap pertama ini semua yang hadir sudah sepakat dengan besaran Rp 25 juta per perusahaan, dari CSR-nya, selain itu pihak perusahaan juga akan membantu petugas di lapangan dengan apa yang bisa mereka bantu,” terangnya.
“Apabila di wilayahnya muncul titik api untuk segera berkoordinasi dengan petugas baik dari BPBD, TNI maupun Polri yang ada di wilayahnya,” sambungnya.
Ditambahkan Kepala Stamet Kelas III Tanjung Selor Sulam Khilmi, untuk prediksi cuaca memang untuk tahun ini, musim hujan baru akan terasa pada pertenghna bulan Oktober, dimana potensi terjadinya karthutla masih akan terjadi baik saat ini hingga nantinya.

“Kalau dilihat trennya untuk di Kaltara, berdasarkan citra satelit beberapa hari lalu, titik api sampai 100 titik, dimana Bulungan terbanyak, utamanya di Tanjung Palas Timur, jarak pandang sempat mencapai 200 meter,” ungkapnya.
“Namun tadi pagi untuk di Kaltara sudah berkurang menjadi 67 titik api saja, dan jarak pandang sudah bisa dikatakan normal,” sambungnya.
Sementara itu Kepala BPBD Bulungan Ali Patokah juga menambahkan bahwa sepanjang tahun 2019 ini telah terjadi Karhutla sebanyak 26 kasus, terbaru pada hari Sabtu dan Minggu lalu terbanyak di Tanjung Palas Timur, Desa Mangkupadi dan Tanah Kuning. “Hari ini (Selasa, Red) terjadi lagi di Desa Apung, petugas sudah dikerahkan untuk pemadaman, kita berharap tidak ada lagi karhutla,” pungkasnya.

Sumber : https://citrabenuanta.id/2019/09/17/pemkab-gelar-rapat-koordinasi-terkait-karhutla/