Garda Terdepan Perangi Hoaks

Persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia tengah diusik oleh orang-orang tidak bertanggung jawab yang ingin memecah-belah rakyat. Mereka terus menebarkan teror, intimidasi, dan ancaman melalui berita-berita hoaks agar rakyat terus dihantui ketakutan. Inilah tugas kedua Kemkominfo yang tak kalah berat dengan tugas pertama menjadi kunci persatuan bangsa. Tugas kedua adalah menjaga kesatuan dan persatuan bangsa dari berbagai upaya untuk dipecah-belah melalui tebaran berita-berita bohong. 

Tahun politik telah melahirkan elite-elite yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, meskipun itu termasuk mengorbankan persatuan bangsa. Elite-elite hitam tidak peduli kalaupun Indonesia harus hancur, yang penting tujuan mereka tercapai. Maka, mereka terus menyebarkan hoaks yang bukan saja tidak mendidik, lebih dari itu, mengancam keutuhan rakyat.  

Inilah yang harus ditangkal Kemkominfo. Kemkominfo harus menjadi garda terdepan memerangi berita-berita hoaks. Era digital harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan, mutu pendidikan, kualitas kesehatan, dan mempererat persatuan, bukan malah dimanfaatkan untuk keuntungan sesaat dan pribadi atau golongan. Bersama rakyat, Kemkominfo bertanggung jawab menangkal berita-berita hoaks.  

Secara khusus Menkominfo rudiantara mengajak kaum muda untuk membantu memerangi hoaks. Sebab menurutnya, generasi milenial tidak terlalu menyukai hoaks. Generasi oldlah yang banyak menebarkan hoaks.  

Memang benar, kaum muda harus kritis. Jangan menelan mentah-mentah informasi yang didapat. Kaum muda juga harus cermat dan waspada karena merekalah yang menjadi sasaran penebar-penebar berita bohong. Sudah pas bila rudiantara mengajak anak-anak muda bergandengan tangan bersama Kemkominfo berada di garis terdepan menghadapi hoaks yang dilempar elite-elite gendruwo (kerjanya menakut-nakuti) yang memang sontoloyo (kerjanya mengacau).  

Hal ini juga disampaikan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Abetnego Tarigan. Menurutnya, pemerintah amat penting menggandeng generasi muda, khususnya kalangan milenial untuk melawan maraknya konten hoaks. Sebab kaum muda paling banyak menggunakan internet atau media sosial.  

Memang tidak ringan tugas Kemkominfo karena juga harus menjaga moral anak-anak bangsa agar tidak dirusak situs-situs pomo. Maka, setiap hari Kemkominfo harus memelototi jangan sampai ada situs pomo hidup. Memang meski sudah puluhan ribu situs porno dimatikan, setiap hari selalu muncul situs baru yang berkonten pornografi.  

Menjaga moral bangsa tak kalah penting. Apa artinya sebuah bangsa yang tak bermoral yang setiap hari selalu dirasuki pikiran pomo. Jadi, sebenarnya sungguh mulia kerja dan tugas Kemkominfo. Ini yang juga perlu disadari para pegawai. Mereka mengemban tugas luhur menjaga persatuan, memerangi hoaks, dan meluruskan moral bangsa.  

Elite-elite hitam selalu memanfaatkan berbagai kesempatan untuk menyebarkan hoaks. Bahkan bencana saja pun juga dibuat hoaks lewat media sosial. UU ITE rupanya tidak membuat para penyebar hoaks takut. Maka, polisi dan Kemkominfo harus bekerja sama untuk menindak mereka. Kemkominfo menindak di dunia maya dan polisi menindak di dunia nyata. Kerja sama ini perlu agar semakin erat menangkal upaya-upaya elite merusak bangsa dan generasi muda. 

Sumber berita : Koran Jakarta (15/11/2018)